Sumur di Sintang Kalbar Keluarkan Minyak Mirip Pertalite, Ini Tanggapan Pertamina

Blog, Nasional158 Dilihat

SINTANG, DEARYJURNAL.COM – Pertamina menurunkan tim selidiki sumur di Desa Dak Jaya, Kecamatan Binjai Hulu, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar) yang mengeluarkan minyak mirip pertalite.

“Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan sedang menurunkan tim untuk menginvestigasi temuan tersebut,” kata Area Manager

Communication Kalimantan Pertamina Patra Niaga, Arya Yusa Dwicandra kepada wartawan, Rabu (22/11/2023) malam.

Arya menerangkan, dugaan sementara, sumur tersebut tercampur dengan bahan bakar jenis Pertalite. Namun, dalam radius 4 kilometer dari sumur, tidak ada aktivitas distribusi lembaga penyalur resmi Pertamina.

“Jarak lokasi sumur dengan SPBU terdekat sejauh 4,7 kilometer,” ucap Arya.

Arya menjelaskan, pihaknya juga telah mengecek sarana fasilitas SPBU dan tidak ditemukan kebocoran atau rembesan. “Pertamina Patra Niaga tentu akan kooperatif untuk kolaborasi dengan kepolisian dan pemerintah daerah setempat jika dibutuhkan keterangan,” tutup Arya.

Sebelumnya, warga heboh dengan adanya sebuah sumur mengeluarkan minyak mirip pertalite.

Kapolsek Binjai Hulu IPTU Uray Zul Idhar mengatakan, pemeriksaan di lokasi sumur ditemukan ada dua mata air yang mengeluarkan cairan seperti minyak.

“Tapi sumbernya belum dapat disimpulkan. Masih kami selidiki,” kata Uray kepada wartawan, Rabu (22/11/2023).

Uray menerangkan, pihak kepolisian selanjutnya akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Sintang dan Pertamina untuk melakukan penanganan.

“Pemilik sumur menyangkal bahwa minyak tersebut bukan berasal dari tumpahan minyak kios mereka,” ucap Uray.

Sementara itu, pemilik sumur Iswati Wahyuningsih mengatakan, sumur tersebut berada di belakang kios minyak dan digali pada 1998.

Namun mulai tercemar sekitar 5 bulan yang lalu. “Tadi dites warga dengan dibakar itu hidup apinya. Bahkan langsung terbakar habis barang di siramkan dengan minyak dari sumur itu,” kata Iswati.

Saat ini warga berbondong-bondong mendatangi sumur tersebut untuk mengambil minyaknya dan digunakan mengisi kendaraan bermotor. “Sumur ini sudah 20 tahun lebih digali dan digunakan, namun baru sekarang ada minyak seperti bau pertalite. Makanya banyak warga yang datang ke rumah saya,” kata Iswati.

 

Sumber: Kompas.com

 

 

Komentar